Oleh
: Intan Destia Helmi – Duta Bahasa Aceh 2017
already published in Serambi Indonesia Newspaper : http://aceh.tribunnews.com/2018/08/19/bahasa-bertamasya
already published in Serambi Indonesia Newspaper : http://aceh.tribunnews.com/2018/08/19/bahasa-bertamasya
Mungkin akan banyak pihak yang penasaran akan maksud dari
nama ini. Mungkin juga akan ada berbagai pihak yang menyimpulkan bahwa ini
merupakan cara bagi Ikatan Duta Bahasa Aceh untuk mempromosikan bahasa. Bahasa
Bertamasya merupakan salah satu proyek kerja dari Duta Bahasa Aceh 2017 dalam
program kerja Cipta dan Cinta Karya Bahasa Indonesia sejak dinobatkan sebagai
Duta Bahasa Aceh tahun 2017 lalu. Program ini diorientasikan kepada masyarakat,
khususnya anak-anak usia dini yang masih belum bisa menggunakan Bahasa
Indonesia secara baik dan benar. Menurut data statistik hasil survey dari Badan
Bahasa Nasional 2017 lalu, Indonesia memiliki 646 bahasa yang tersebar di
seluruh wilayah Indonesia. Hampir setengah dari jumlah bahasa tersebut tersebar
di pulau papua. Ini menunjukkan bahwa peranan dari Bahasa Indonesia tersebut
sangat penting, mengingat jumlah bahasa daerah yang dimiliki Indonesia akan
berpotensi menghilangkan pengaruh bhinneka tunggal ika bila tidak dipersatukan
melalui bahasa pemersatu, yaitu Bahasa Indonesia.
Bila kita melihat kondisi daerah-daerah di Aceh seperti
desa, dsb., mereka cenderung menggunakan Bahasa Daerah sebagai bahasa pengantar
di sekolah, lingkungan tempat tinggal, dsb. Hal ini menyebabkan masyarakat yang
berada di daerah-daerah tersebut kesulitan menggunakan Bahasa Indonesia, dan
sulit untuk menyerap berbagai ilmu pengetahuan yang ada di berbagai media yang
ada karena pada umumnya, semua media menggunakan Bahasa Indonesia sebagai
bahasa pengantar seperti buku, koran, majalah, media sosial, dan sebagainya.
Efek samping yang ditimbulkan lainnya menyebabkan anak-anak akan sulit untuk
bersaing di dunia pendidikan dengan dunia luar dikarenakan kesulitan mereka
menyerap ilmu pengetahuan melalui bahasa pengantar umum tadi. Tidak heran bila taraf
pendidikan Indonesia terus berada di beberapa posisi terakhir karena
permasalahan yang kunjung belum membaik ini. Oleh karena itu, Ikatan Duta
Bahasa Aceh melalui program kerja tahun 2017 kemarin yaitu Cipta dan Cinta
Karya Bahasa Indonesia ingin membenahi dan membantu pemerintah dalam mengubah
paradigma bangsa melalui pengajaran dan promosi bahasa Indonesia di berbagai
sekolah yang ada di Aceh, khususnya ke berbagai daerah pedalaman yang bahkan
belum terjamah oleh sinyal internet sekalipun.
Melalui wawancara yang kami lakukan terhadap salah satu
guru yang pernah mengajar di sekolah-sekolah yang berada di daerah pedalaman
Aceh Besar, beliau menyampaikan rasa
prihatin yang begitu mendalam terhadap siswa-siswi yang berada di salah satu
sekolah tersebut. Beliau mengatakan, karena keterbatasan mereka dalam
menggunakan Bahasa Indonesia mengharuskannya untuk menyampaikan pembelajaran
dalam bahasa Aceh, bahkan sampai pekerjaan rumah sekalipun. Kita bisa
membayangkan bagaimana bangsa ini bisa terus meningkatkan kualitasnya jika
melalui bahasa saja masih harus ditindaklanjuti. Belum lagi permasalahan yang
akan dihadapi oleh guru-guru yang dipindahkerjakan dari daerah lain yang
disebabkan oleh reformasi penyebaran. Hal ini akan menjadi kesulitan bagi
mereka dalam menyampaikan pembelajaran, dan berujung pada kepunahan potensi.
Tidak heran bila berdasarkan hasil survey UNESCO menyatakan
bahwa taraf literasi Indonesia menduduki posisi 60 dari 61 negara, dibawahi oleh Thailand. Ini menjadi poin khusus yang harus ditindaklanjuti oleh
pemerintah.
Tentunya, seiring dengan kemajuan teknologi dan
pembaharuan pendidikan di Indonesia, maka pengaruhnya harus dapat dijamah oleh
masyarakat-masyarakat yang berada di daerah terpencil. Pemerintah bisa
mensiasati berbagai langkah untuk merubah sistem pendidikan yang dikhususkan di
daerah-daerah terpencil yang ada di Indonesia. Melalui Program kerjanya, Ikatan
Duta Bahasa Aceh langsung terjun menggunakan sistem “bermain sambil belajar”
untuk menjamahkan Bahasa Indonesia dalam paradigma para siswa sekolah. Kami
mengadakan berbagai kegiatan seperti perlombaan, bercerita, penampilan, dsb.
yang menarik minat dari para siswa untuk belajar. Dengan pendekatan Bahasa
Indonesia, kami mengajak mereka untuk berpatisipasi dalam kegiatan kami. Kami
juga mempersiapkan berbagai penampilan menarik dan hadiah menarik pula untuk
meningkatkan minat mereka. Pada penutupan tahun 2017 kemarin, kami
mengimplementasikan program ini pula kepada anak-anak berkebutuhan khusus yang
ada di SD Negeri labuy yang berlokasi di Banda Aceh. Kami ikut bersama para
guru untuk bermain sambil belajar bersama dengan para siswa disana, dan belajar
bahasa isyarat untuk menyampaikan ilmu kepada mereka. Di akhir program, kami
mengadakan kegiatan tamasya belajar dengan mengunjungi beberapa tempat bersejarah yang ada di Banda Aceh dan Aceh
Besar. Kami memperkenalkan dan memberikan sekilas informasi terkait dengan
tempat yang kami lewati. Di penghujung kegiatan, kami mengunjungi taman rusa yang
merupakan salah satu tempat bertamasya yang ada di Aceh untuk mengadakan
berbagai perlombaan kecil-kecilan seperti lomba menyanyikan lagu Indonesia
Raya, Hafalan Alquran, Tilawatil Quran, bercerita, berpuisi, menyanyikan
lagu-lagu wajib nasional, dan perlombaan-perlombaan menghibur lainnya seperti
tarik tambang, lomba lari, dan sebagainya. Kegiatan ini juga merupakan salah
satu dari cara kami mempromosikan Bahasa Indonesia kepada anak-anak, walau
kepada anak-anak berkebutuhan khusus sekalipun. Anak-anak berkebutuhan khusus pun mengambil andil dalam kemajuan
bangsa melalui bahasa. Mereka pun juga
berhak mendapatkan pendidikan layaknya anak-anak normal lainnya. Itulah mengapa
program ini juga kami tujukan kepada mereka dalam meningkatkan kualitas
berbahasa Anak-anak usia dini.
Untuk melanjutkan program tersebut, kami mengharapkan
agar minat dari generasi muda dalam mempromosikan Bahasa Indonesia sebagai
bahasa pemersatu pun juga tergerak.
Pada tahun 2018 ini, kami melakukan pemilihan Duta Bahasa Aceh yang juga
ditujukan untuk menarik para generasi muda yang memiliki kepedulian terhadap
bahasa di negara tercinta ini. Insya Allah pemilihan ini akan dilakukan pada
pertengahan Juli mendatang. Untuk info lebih lanjut, masyarakat juga bisa
langsung melihat di media sosial instagram duta bahasa Aceh di @dubasprovaceh.
Sebagai penutup, kami mengharapkan agar masyarakat, khususnya generasi muda
dapat tergerak minatnya untuk lebih mencintai Bahasa Indonesia dalam kehidupan
sehari-harinya, dan juga berkeinginan untuk memberikan dampak yang luas bagi
bangsa Indonesia, terima kasih J
Bahasa Bertamasya - Program Tahunan Duta Bahasa Aceh 2017
Reviewed by Intan Destia Helmi
on
June 10, 2018
Rating:
Reviewed by Intan Destia Helmi
on
June 10, 2018
Rating:

No comments: