Note : already published on serambi Indonesia, see the info : http://aceh.tribunnews.com/2017/09/24/langkah-intan-dan-fadil-hingga-menjadi-terbaik-vi-duta-bahasa-nasional-2017
Pada tanggal 18 Agustus 2017 kemarin, Intan dan Fadil baru saja dinobatkan sebagai Terbaik VI Duta Bahasa Indonesia 2017 di hotel Santika TMII, Jakarta Timur. Penghargaan ini merupakan pencapaian pertama untuk Aceh di tingkat nasional pada ajang Duta Bahasa Nasional sejak awal mula diadakannya hingga sekarang. Namun, dibalik prestasi yang gemilang tersebut, tentunya terdapat berbagai rintangan yang dihadapi oleh kedua insan ini hingga bisa berada di posisi tersebut.
Intan yang bernama lengkap Intan Destia Helmi lahir di Banda Aceh, pada tanggal 17 Desember 1996. Saat ini, ia sedang menempuh pendidikan semester 5 di jurusan International Accounting Program, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Syiah Kuala. Sejak kecil hingga saat ini, Intan sudah terbiasa mengikuti berbagai ajang di tingkat lokal dan nasional. Wanita muda lulusan SMAN Modal Bangsa Aceh Ini juga terbiasa mengikuti kegiatan keorganisasian sejak SMA, sehingga tidak mengherankan bila Ia dapat mengharumkan nama Aceh pada ajang Duta Bahasa kemarin. Fadil yang bernama lengkap Muhammad Fadil Ilyas merupakan seorang sarjana lulusan kedokteran gigi Universitas Syiah Kuala. Ia lahir di Mereudu, pada tanggal 16 Maret 1994. Untuk saat ini, ia sedang menempuh pendidikan koasnya di RSGM Unsyiah. Ia juga sudah terlibat di kegiatan keorganisasianya sejak SMA, sehingga karakter kepemimpinan telah mendarah daging dalam dirinya. Fadil dan Intan sudah mengenal sejak lama karena Fadil juga merupakan lulusan SMAN Modal Bangsa Aceh, sehingga Intan dan Fadil tidak memiliki permasalahan dalam membangun relasi antar keduanya.
Sejak terpilih sebagai Duta Bahasa Aceh 2017 kemarin, Intan dan Fadil telah mempersiapkan laporan kegiatan dari hasil kegiatan yang telah mereka jalankan. Kegiatan-kegiatan pada program tersebut mereka rangkul dalam satu Program kerja unggulan yang bertajuk Cipta dan Cinta Karya sastra Bahasa Indonesia. Pada program utama ini, mereka memaparkan bagaimana cara menghidupkan fungsi dari cipta dan cinta terhadap bahasa dan sastra Indonesia. Terdapat 5 kegiatan yang telah mereka jalankan untuk mendukung tujuan dari program tersebut, diantaranya kegiatan Dubas Saweu Sikula, Terjemahan Bahasa gaul dan Kegiatan Bahasa Bertamasya (terjun langsung ke berbagai sekolah terpencil yang ada di Aceh) yang merupakan cara untuk meningkatkan fungsi dari cinta akan bahasa dan sastra, dan kegiatan Peremajaan narit maja Aceh dan pembentukan Komunitas Cinta Puisi yang merupakan cara Intan dan Fadil untuk meningkatkan fungsi dari cipta akan bahasa dan sastra. Dengan terjalankannya fungsi dari cipta dan cinta akan bahasa dan sastra ini, diharapkan fungsi dari bahasa dan sastra yang merupakan tulang punggung bangsa akan terus berkembang.
Selain mempersiapkan laporan kegiatan pada ajang Duta Bahasa Nasional kemarin, Intan dan Fadil juga telah mempersiapkan penampilan seni yang menggambarkan kondisi Aceh dari dulu hingga kini. Mereka menggabungkan tarian, nyanyian, monolog dan puisi dalam satu penampilan yang menceritakan Aceh dari zaman peperangan hingga sekarang. Selain mempersiapkan penampilan seni, mereka juga mempersiapkan pengetahuan terkait dengan bahasa dan sastra, mulai dari pasal-pasal tentang kebahasaan, informasi terkini terkait dengan bahasa, sejarah bahasa, dan lain-lain. Intan dan Fadil memiliki kebolehan berbahasa Indonesia dan asing, sehingga hal tersebut tidak menjadi kendala pada saat mereka mengaitkan berbagai argumen yang mereka miliki dengan informasi-informasi yang telah mereka pelajari.
Berbicara tentang kegiatan pemilihan Duta Bahasa Nasional kemarin, semua provinsi menampilkan hasil persiapan mereka dengan luar biasa. Tidak ada yang lebih baik dan lebih buruk disana, karena semua duta bahasa yang terpilih dari setiap provinsi di Indonesia memiliki kemampuan yang sangat luar biasa. Posisi kemenangan hanyalah sebagai bonus bagi duta bahasa di seluruh Indonesia, karena pengalaman mengikuti kegiatan inilah yang paling berharga. Intan dan Fadil berharap bahwa melalui kegiatan ini, mereka dapat meningkatkan kualitas diri mereka terkait dengan bahasa dan sastra, dan program yang telah mereka jalankan dapat menjadi kegiatan tahunan Ikatan Duta bahasa Aceh, sehingga dapat memberikan dampak yang luas bagi masyarakat Aceh, dan juga seluruh masyarakat yang ada di Indonesia.
Langkah Intan dan Fadil hingga menjadi Duta Bahasa Nasional Terbaik VI 2017
Reviewed by Intan Destia Helmi
on
December 10, 2017
Rating:
No comments: