Mahasiswa adalah
generasi muda yang nantinya akan melanjutkan estafet pergerakan nasional di
tanah tercinta ini, Indonesia. Semangat muda yang harus dicurahkan melalui
praktek lapangan membutuhkan wadah sebagai tempat untuk mengapresiasikannya.
Hal inilah yang melahirkan berbagai pergerakan untuk membentuk sebuah
perkumpulan. Perkumpulan tersebut terjalin karena anggota yang tergabung
didalamnya memiliki satu atau banayak persamaan, diantaranya persamaan
pemikiran, persamaan ras, persamaan keyakinan, dan tujuan yang kita kenal dengan
nama organisasi/komunitas. Organisasi sendiri bertujuan untuk melahirkan
pemikiran-pemikiran yang nantinya dapat diaplikasikan dalam kehidupan
sehari-hari, dimana tujuannya selain untuk mewujudkan keinginan anggota, juga
dapat membantu rakyat dalam menyampaikan keluh kesah terkait dengan kebijakan
pemerintah yang tidak sesuai dengan kondisi masyarakat. Melalui organisasi,
mahasiswa dapat meningkatkan kinerjanya sehingga ia lebih mudah beradaptasi
dengan lingkungan kerja setelah ia menyelesaikan pendidikannya nanti.
Organisasi layaknya media bagi mahasiswa untuk mengasah kemampuannya, dan juga sebagai
media yang mengangkat nama mahasiswa karena praktek lapangan yang ia tekuni
dapat memberikan manfaat yang luas bagi khalayak umum. Bahkan dalam melamar pekerjaan
saat ini, pengalaman organisasi menjadi poin penting karena akan mendapatkan
penilaian khusus dari perusahaan. Bisa dikatakan bahwa mahasiswa dengan IP
(Indeks Prestasi) tinggi dapat dikalahkan dengan mahasiswa dengan IP (Indeks
Prestasi) standar karena pengaruh dari
pengalaman organisasi yang dimiliki oleh mahasiswa tersebut. Kita mendapatkan
teori untuk melakukan pekerjaan di kelas, dan mengaplikasikan ilmu yang di
dapatkan tersebut di organisasi. Di dalam organisasi, kita bukan hanya di latih
bagaimana cara melakukan suatu hal, tetapi organisasi juga membentuk karakter kita
agar mampu menjadi seorang pemimpin yang lebih bertanggung jawab. Dan bukan
hanya itu, sifat-sifat yang dimiliki manusia pada umunya seperti rasa egois,
sombong, ingin menang sendiri, serakah, keras kepala, dsb., akan bisa
diminimalisir karena keterlibatan kita dalam forum yang melatih kita untuk bisa
menjadi seorang pemimpin yang benar-benar pemimpin. Bukan seorang pemimpin
layaknya bos di perusahaan, melainkan seorang pemimpin yang dikagumi dan
dihargai akan berbagai perilaku yang dilakukannya. Sehingga bisa dikatakan
bahwa keikuitsertaan mahasiswa dalam organisasi merupakan keharusan yang harus
dijalani.
Namun berbagai
fenomena yang terjadi saat ini diakibatkan oleh keterlibatan mahasiswa di
organisasi. Mahasiswa cenderung lebih memilih organisasi daripada melaksanakan
tanggung jawabnya sebagai mahasiswa, yaitu menempuh pendidikan. Hal tersebut
justru sangat melenceng dari fungsi organisasi bagi mahasiswa. Organisasi dan pendidikan
harusnya berjalan bersamaan sehingga peran dari organisasi ini berjalan dengan
sempurna. Hanya saja mahasiswa tidak memikirkan hal tersebut sehingga sebagian
khalayak menganggap bahwa organisasi adalah sebuah kelemahan bagi mahasiswa.
Kita sebagai generasi muda haruslah merubah paradigma masyarakat terkait dengan
pemikiran-pemikiran yang telah terpasang ini sehingga lebih banyak mahasiswa
yang tergiat keinginannya untuk berkecimpung di organisasi dan mengembangkan
kemampuan yang dimilikinya sehingga terlahirlah berjuta pemikiran-pemikiran
terbaik yang dapat membawa bangsa ini menjadi jauh lebih baik lagi kedepannya. Melalui
aksi-aksi nyata seperti manajemen waktu yang baik dalam mengikuti kegiatan di
kelas dan organisasi juga merupakan salah satu bentuk aksi dalam merubah
paradigma masyarakat. Bukan hanya manajemen, kita harus meletakkan prioritas
kelas sebagai tujuan utama kita dan organisasi sebagai tujuan kedua kita,
sehingga kedua hal tersebut dapat menghasilkan nilai positif bagi masa depan
kita.
Pendidikan di kelas adalah tempat teori didapatkan, organisasi adalah tempat ilmu diimplementasikan
Reviewed by Intan Destia Helmi
on
October 10, 2017
Rating:
Reviewed by Intan Destia Helmi
on
October 10, 2017
Rating:

No comments: